Sabtu, 28 Juni 2014

Mengagumi Diam DIam Part 4

Sudah dua hari ini Rasyid terus mengirimkan bunga kesukaan Fio. Dan Fio pun semakin penasan,siapakah yang mengirimkannya bunga(?)

Fio pun akhirnya mengetahui siapa yang mengirimkannya bunga,kemarin Fio memergoki Rasyid sedang menyimpan bunga mawar di lantai depan pintu rumah Fio. Berhubung Rasyid memunggungi Fio, jadi Fio tidak tau siapa dia.
Fio langsung menghampirinya.

"Hey,kamu yang mengirimkan bunga untuk ku ?" Ucap Fio,dari arah belakang Rasyid,yang membuat pria itu gelagapan,dan mau tak mau harus berbalik badan.

Dan sekarang Rasyid sudah berhadapan dengan Fio yang sontak membuat Fio kaget. Fio tak percaya yang di hadapannya kini adalah Rasyid sahabat terbaiknya.


"Jadi kamu yang ngirim aku bunga? Kenapa?"Tanya Fio penasaran,yang kini telah duduk di sofa bersama Rasyid.

"Emmm ya.. ya aku pengen kasih kejutan aja gitu ke kamu." Jawabnya gugup,dengan sedikit tertawa. Fio hanya manggut-manggut.

Mama Dila menghampiri Fio dan Rasyid membawakan orange juice dan camilan.

"Rasyid,sekarang jarang main ke sini ya. Tante kangen lho sama kamu." Ucap mama Dila sambil menyimpan camilan dan minumannya tadi ke atas meja.

Ya Rasyid memang akrab dengan mama Dila,karena mamanya sering berkunjung ke rumah Fio. Dan Fio pun sudah berteman sejak SD dengan Rasyid.

"Hehe,maaf ya tante soal nya abis ujian kemaren aku langsung ke jogja. Aku juga kangen sama tante." Jawabnya sedikit tertawa.

"Oh jadi cuma ke mama aja nih kangennya." Celetuk Fio sambil mengambil camilan.

"Kalian kan satu sekolah." Menatap Fio heran.

"Kita memang satu sekolah tante,tapi jarang ketemu,ya jadi gitu deh. Kaya nya anak tante yang cantik ini pengen di kangenin juga deh sama aku." Ucap Rasyid yang berhasil membuat mama Dila terkekeh dan Fio yang tersipu malu.

"Yaudah kalian lanjutin aja ngobrolnya,mama mau ke dapur lagi ya." Mama gina langsung beranjak ke dapur.

Fio dan Rasyid pun asyik berbincang. Terselip rasa bahagia di hati Rasyid,bisa ngobrol berdua seperti ini,tertawa bersama Fio,melihat senyuman Fio,rasanya saat ini Rasyid ingin terbang.

“Tetaplah seperti ini Fi” Rasyid membatin.




~ ~ ~




Fadel berkutat dengan laptopnya,melihat foto yang terpajang di wallpaper laptopnya itu. Sesosok gadis,berparas blasteran Indonesia-Pakistan.

Ia pun mengechek handphone nya,berharap ada balasan dari gadis yang dicintainya. Tapi hasilnya nihil. Padahal ia telah mengirimkan pesan sebanyak 20 pesan,tapi tak ada yang di balas satu pun.

“Aku merindukan mu.” Gumamnya lirih

“Hubungan kita ini tanpa status, seperti pacaran tapi kenyataannya tidak.” Lirihnya kembali.

Tania,Tania Rifsaa Yuwida. Gadis yang ia tunggu kabarnya,gadis yang terpajang di wallpaper laptopnya,gadis yang mampu membuat Fadel uring-uringan seharian ini.

Fadel memang sudah menyukai Tania sejak masuk SMA, sebelum ia kenal dengan Fio. Perasaannya pada Tania masih tetap seperti 3 tahun yang lalu.


Fio pun mengetahui itu,hati nya sedikit sakit,seperti teriris pisau yang tajam. Perih. Namun ia tidak mengetahui kenapa itu bisa terjadi.

Fadel sering curhat pada Fio tentang kedekatannya dengan Tania. Disatu sisi Fio merasa senang karena Fadel mau curhat dengannya,tapi disisi lain Fio merasakan hal aneh,seperti tidak suka jika yang di ceritakannya itu berhubungan dengan Tania.




~ ~ ~




Zazaa hanya penatap Fio bingung. Dalam benaknya bertanya-tanya,ada apa dengan Fio? Kenapa dia akhir-akhir ini sering melamun dan mendengarkan musik mellow? Pertanyaan-pertanyaan itu memenuhi ruang di otak Zazaa.

Fio yang merasa ditatapi oleh Zazaa pun mulai buka suara. Seperti dia yang bisa menebak apa yang di pikirkan oleh Zazaa.

"Aku gapapa ko,tapi Zaa kenapa ya hati ini sakit banget,kalo denger Fadel curhatnya tentang Tania terus?"Tanyanya tanpa ekspresi.

"Atau melihat tweets nya yang sangat mengharapkan Tania. Entah kenapa perih banget perasaanku Zaa." Sambung Fio

Zazaa pun melonjak kaget mendengar pengakuan sekaligus pertanyaan dari sahabatnya itu.

"Apa jangan-jangan kamu naksir sama Fadel?" Jawab Zazaa spontan.

Fio hanya mengerutkan dahi,mencerna siap kata yang Zazaa ucapkan. Terus ia pikirkan perkataan Zazaa itu lalu mengedikkan bahu.

"Tau ah Zazaa aku mau tidur,ngantuk banget." Berbaring dan menyelimuti dirinya. Disusul dengan Zazaa.

Fio memang menginap di rumah Zazaa karena orang tua Zazaa sedang dinas di luar kota. Fio sudah mengajaknya untuk menginap di rumah Fio,tapi Zazaa menolak. Dia tiak mau merepotkan Fio,ia rasa lebih baik Fio yang menemaninya di rumahnya sendiri.

Beberapa menit kemudian Fio telah tertidur lelap,sementara Zazaa masih mencoba untuk tertidur tapi tak bisa.

Akhirnya Zazaa kembali terduduk. Menatap wajah Fio lekat-lekat. Mengingat yang ia dan Fio bahas tadi.

"Kamu itu terlalu polos untuk mengenal cinta Fi." Gumam Zazaa.

"Terlalu menyedihkan untuk disakiti oleh hal itu." Gumamnya lagi.

Tak terasa air matanya menetes,mengalir ke pipinya yang lumayan chubby itu. Dihapusnya perlahan,dan kembali untuk tidur.




~ ~ ~

Mengagumi Diam Diam Part 3

Maaf kalo ceritanya makin ngaco :D baru belajar sih. Menerima kritik dan saran :) (y) Selamat membaca ;;)

Cahaya matahari begitu terik siang ini. Tapi Fio harus terus berdiri di depan tiang bendera sambil hormat. Ya,Fio terkena hukuman karena tidak mengumpulkan tugas yang di berikan oleh ibu Eva,guru mata pelajaran geografi itu memang terkenal galak.

Sebenarnya Fio sudah mengerjakan tugas itu. Namun karna kesiangan jadi tugas itu tidak terbawa oleh Fio. Maklum jika ia kesiangan pasti ada saja barang yang tertinggal.


"Ih bu Eva kejam banget sih,ngasih hukuman pas lagi panas-panasnya matahari. Ngga tau apa muridnya yang baik hati ini kepanasan banget." Dumel Fio terus-terusan.

Tanpa sadar ada seorang laki-laki yang sudah berdiri di sampingnya sambil mengikuti yang Fio lakukan.

Saat Fio menoleh ke samping,ia langsung kaget.

"Astagfirulloh." Kaget Fio.

"Biasa ajakali, kaya abis liat setan gitu." Ucapnya terkekeh,dengan tatapan lurus ke arah bendera.

Fio hanya senyum-senyum sendiri.

"Abisnya kamu dateng tiba-tiba udah kaya tuyul aja." Fio tertawa kecil.

"Atau jangan-jangan kamu manusia jadi-jadian ya?" Sambung Fio, menatap mata laki-laki itu sambil menerka-nerka.

"Sembarangan, aku manusia asli lah." Jawabnya.

Hening beberapa menit, Fio pun mulai bosan. Tapi dilihat-lihat wajah laki-laki itu sepertinya mereka pernah bertemu,tapi dimana (?) Mencoba mengingat-ngingat tapi hasilnya nihil.

Laki-laki itu yang melihat Fio sedang kebingungan pun mulai bicara.

"Kita pernah ketemu di toko bunga kan ?" Tanya laki-laki itu.

"Oh iya,aku baru inget. Maklum aku pelupa." Jawabnya biasa.

"Kita belum kenalan. Kenalin nama aku Fadel." Ucapnya sambil mengulurkan tangan kanannya untuk bejabat tangan.

"Fio Vellia Azaqwi." Membalas jabatan tangan Fadel,dan tersenyum manis.

Setelah berkenalan mereka meneruskan hukumannya. Hingga guru yang menghukum mereka memperbolehkan keduanya kembali ke kelas masing-masing.

Ya mereka berdua memang berbeda kelas, karena Fio di kelas XII IPS 2, sementara Fadel kelas XII IPA 1.

Bel sekolah telah bebunyi,menandakan jam pelajaran telah usai. Waktunya murid-murid pulang.

Terlihat di kelas XII IPS 2 hanya tingga Zazaa dan Fio,karna yang lainnya telah lebih dulu pulang. Fio dengan cepat menyalin materi di papan tulis,karena Zazaa selesai duluan.

"Fi aku pulang duluan gapapa ya,soal nya mama tadi nelfon,suruh jemput my brother di stasiun."

Fio hanya mendehem tanda setuju,dia sedang fokus menyelesaikan materinya itu,agar ia bisa cepat pulang dan bersaintai ria. Zazaa pun keluar dari kelas.

Fadel yang melewati kelas Fio pun berhenti sejenak. Masih ada Fio disana,nampaknya ia telah selesai mencatat semua materi yg ada di papan tulis,dan sekarang memasukan semua alat tulisnya kedalam tas.

"Fiooo,mau pulang bareng ngga ?" Tawar Fadel di depan pintu kelas Fio.

Fio menoleh,dan mengangguk. Keduanya berjalan beriringan menuju parkiran. Sesekali diselingi candaan,yang membuat keduanya tertawa.

Fadel memakai helm lalu menaiki motor cagiva berwarna hitam nya itu,dan menyuruh Fio naik juga. Mereka pun meninggalkan parkiran sekolah.

"Thanks ya del udah mau nganterin. Apa mau mampir dulu ?" Tawar Fio,setelah turun dari motor Fadel.

Fadel melepaskan helm nya. "Sama-sama. Emmm emangnya boleh ?" Ucapnya.

"Ngga ada yang marah gitu ? Pacar kamu mungkin ?" Goda Fadel.

Tiba-tiba Rafi nongol dari balik pintu. "Ya ngga ada lah kak, secara kak Fio kan jomblo ngenes." Ucapnya tertawa.

Kedua orang yang baru datang langsung menoleh ke sumber suara itu.

"Rafiiiii! Dasar adek durhaka. Awas ya kamu,tunggu pembalasan dari kakak!" Omel Fio sambil mengepalkan tangannya dan mengacungkannya pada Rafi.

Rafi pun kembali masuk sambil tertawa puas. Dia memang jahil, selalu saja bertengkar dengan kakaknya itu.

Fadel yang melihat aksi adik kakak itu hanya geleng-geleng kepala sambil tertawa.

"Kapan-kapan aja ya Fi,sore ini aku ada latihan basket." Ucapnya sambil bersiap mengenakan helm.

"Oke. Sekali lagi makasih ya,dan juga hati-hati di jalan." Jawab Fio tersenyum.

Dan di balas dengan acungan jempol. Fadel meninggalkan rumah Fio,melesat begitu saja.



~ ~ ~



Kian hari Fio dan Fadel kian akrab saja. Ke kantin bareng-bareng,pulang pun jika Rafi tak menjemput,pasti bareng sama Fadel. Terkadang pulang sekolah pun mampir terlebih dahulu ke toko buku walau hanya sekedar melihat-lihat saja.

Tanpa mereka ketahui,keakraban mereka membuat seseorang terluka. Rasyid hanya menelan pahit, jika melihat Fio dekat dengan Fadel. Melihat mereka bersama-sama.

Karena kedekatannya itu,Fio merasakan hal yang aneh. Seperti rasa nyaman dan bahagia jika dekat dengan Fadel. Seperti perasaan suka atau mengagumi. Fio menganggapnya lebih dari sekedar sahabat.

Namun berbanding dengan Fadel,ia hanya menggap Fio sebagai sahabat terbaiknya. Perasaannya pun biasa saja jika dekat Fio.

Ya,Fio rasa mungkin perasaan ini hanya sebentar saja jadi ia pun menanggapinya dengan santai.


Ujian Nasional pun telah dilewati. Tinggal menunggu hasil kelulusan. Untuk beberapa minggu kedepan jadwalnya kosong.



~ ~ ~



Fio membuka akun twitternya,dan terlihat di timeline ada beberapa tweets yang membuatnya terasa sesak.

fadelrey
PDKT-nya sih lama,lah jadiannya ? --"

fadelrey
Bales dong WA aku ☹ aku hawatir sama kamu :( @TaniaRY

Hati Fio mencelos,terasa sedikit nyeri di ulu hatinya. Hei ada apa ini (?) Membuat sebuah Tweets.

FioVallia
Yang lagi galau sabar-sabar aja ye:p jangan sampe depresi aja:D @fadelrey

Fio menghela nafas,tak lama kemudian ada sebuah mention masuk.

fadelrey
Hey do'ain aku depresi ya?-,- siapa bilang galau? Salah besar :D @FioVallia : Yang lagi galau sabar-sabar aja ye:p jangan sampe depresi aja:D @fadelrey

Hanya sebuah senyum yang terukir di bibir Fio. Sepertinya ia benar-benar menyukai pria itu.

Di letakannya I-Phone itu. Ketika Fio hendak berdiri tiba-tiba benda itu berbunyi,sebuah pesan masuk.

“Aku suka kamu.”

Begitulah yang tertera dalam pesan singkat itu,Fio menyerngit. Dibenaknya,siapa orang yang mengirimkan pesan itu(?) Apakah orang iseng,atau yang salah kirim. Enatahlah.

Mama Dila mengetuk pintu kamar Fio,secara otomatis membuyarkan lamunan Fio tadi. Bergegas dibukanya pintu kamar.

"Fi aja yang ngirim bunga tuh didepan,dalam suratnya sih buat kamu." Ucap mama Dila.

"Dari siapa ma ?" Tanya Fio dengan wajah kaget.

"Ngga ada nama pengirimnya,mungkin penggemar rahasia kamu." Ucap mama Dila menggoda. Yang membuat Fio malu.

"Apadeh mama. Berasa kaya di cerita-cerita aja punya penggemar rahasia." Jawabnya ngasal,sambil berjalan menuju pintu rumah.

Dibawanya bunga mawar putih yang tergeletak di lantai. Dan di lihat sebuah kartu ucapan yg menggantung di bunga itu.

“Untuk Fio Vellia Azaqwi☺”

Dahi Fio mengerut,menebak-nebak siapa yang mengirim bunga itu,dan bagaimana bisa tau kalo Fio suka sekali mawar putih. Pertanyaan itu terus mengiang-ngiang di kepala nya.



~ ~ ~

Mengagumi Diam Diam Part 2

Terlihat Zazaa sedang mencari nama di kontak handphone nya dan menekan tombol hijau kemudian mendekatkan benda itu ke telinganya,tak perlu menunggu lama terdengar suara dari sebrang sana.

"Haloo Zaa,ada apa?" Tanya Fio dengan suara parau nya.

"Bisa anterin aku ke toko bunga ngga?" Jawab Zazaa.

Kini Fio yang telah sadar sepenuhnya mulai merubah posisinya menjadi duduk.

"Bisa sih,tapi aku baru bangun Zaa." Ucap Fio sambil cengengesan.

"Yaudah deh nanti aku jemput kamu ya,jam 9. Assalamu'alaikum."

"Wa'alaikum salam." Terdengar nada panggilan diputuskan oleh Zazaa.

Fio pun mengambil handuk yang di simpan di dekat kamar mandinya dan masuk ke kamar mandi.

Kini Fio telah selesai mandi,rapi dengan pakainan yang ia kenakan,tak lupa berdandan sedikit,hanya mengandalkan bedak dan lip gloss tanpa alat make up yang lain. Hampir saja terlupa,ia langsung memakaikan jam tangan kesayangannya itu di tangan sebelah kiri.

Fio menuruni anak tangga dengan sedikit cepat,menuju ruang makan. Disana sudah ada mama Dila dan juga Rafi adiknya.

"Pagi ma." Sapa Fio tersenyum dan hendak duduk di dekat Rafi.

Mama Dila yang sedang memeberikan selai untuk roti isi pun menjawab tak kalah ceria.

"Pagi sayang,kamu mau kemana pagi-pagi ko udah rapi banget." Tanya mama Dila sambil memberikan roti isinya tadi kepada Fio.

"Paling juga mau pacaran tuh ma." Ucap Rafi asal.

"Apaan sih Raf,kalo gatau gausah ngemeng deh." Dengan menjitak dikepala Rafi.

"Gausah pake jitak-jitak kepala juga kali." Ringis Rafi sambil mengusap-usap kepalanya yang terasa sakit.

"Kalian tuh ga aus apa berantem mulu kerjaannya." Mama Dila menengahi,agar Fio dan Rafi ngga keterusan ribut.

"Wiss,mama bahasanyaa. Aku itu mau nganterin Zazaa ke toko bunga ma." Dengan memakan roti isinya. Mama Dila hanya manggut tanda mengerti.

Terdengar suara klakson mobil milik Zazaa. Fio pun segera keluar menghampiri Zazaa.



~ ~ ~



Zazaa dan Fio kini telah sampai di toko bunga,dan mulai memilih-milih bunga yang akan dibeli Zazaa.

Ketika Fio akan mengambil setangkai mawar berwarna merah,ada orang lain juga yang sama-sama mengambil mawar merah itu,sehingga mawar merah pun di pegang oleh dua orang yang berbrda.

Keduanya bertatapan satu sama lain. Ketika tersadar,laki-laki itu melepaskan bunga yang tadi ia pegang.

Fio sampai detik ini pun masih diam terpaku melihat sosok pria di hadapannya. Sedetik kemudian barulah Fio tersadar.

"Kalo kamu mau bunga mawar ini ambil aja,biar nanti aku cari yang lain." Ucap Fio sambil menyodorkan mawar yang ia pegang di iringi senyuman manisnya.

"Kamu aja yang ambil,aku bisa ambil warna yang lain ko." Jawabnya tersenyum simpul.

Jlebb,untuk sepersekian detik Fio mematung kembali. Senyum itu,ya senyum itu yang membuat jantung Fio berdetak cepat.

Laki-laki itu pun melihat Fio aneh,pertanyaan yang ia lontarkan tak di jawab. Sehingga Fio tersadar kembali.


Setelah Zazaa membeli bunga yang dipilihnya untuk di berikan kepada sang mama,akhirnya mereka pun bergegas pulang.

Namun mereka tak langsung pulang. Mereka mengunjungi ke beberapa tempat dulu seperti,toko kue,toko pernak-pernik,mereka juga singgah di tempat biasa makan siang jika diluar rumah.

Sepanjang jalan Fio hanya senyum-senyum sendiri. Zazaa yang melihat tingkah laku sahabatnya itu hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum. Di dalam mobil pun Zazaa masih saja menggoda Fio. Membuat Fio tersipu malu,dan muncul rona merah di pipi Fio.

Tak mau kalah Fio pun mulai menggoda Zazaa hingga sahabatnya itu cemberut dan di selingi cikikikan juga.

15 menit diperjalanan,akhirnya sampai juga di rumah Fio. Sekarang tepat jam 4 sore. Untungnya hari ini sangat cerah.

Fio keluar dari mobil Zazaa dan langsung masuk ke rumah,mobil Zazaa pun melesat pergi.


Hari ini cukup melelahkan bagi Fio dan juga sahabatnya. Mempersiapkan untuk besok ulang tahun mama Aira,mama nya Zazaa. Perempuan ini terbaring di atas tempat tidurnya,dirasanya semua bagian badan nya pegal-pegal,hal yang ingin di lakukannya sekarang adalah tidur.

Ketika beberapa saat Fio hendak tertidur tiba-tipa handphone nya berbunyi menandakan ada panggilan masuk.

Sejenak Fio terdiam,tak ada nama yang tertera di layar handphone nya itu,kira-kira siapa orang yang meneleponnya itu,lebih tepatnya menggangu acara tidurnya.

"Haloo,ini siapa ya ?" Ucap Fio sambil memejamkan mata. Tak ada jawaban dari sebrang sana. Berkali-kali Fio mengucapkan kalimat itu, tak ada respon sedikit pun.

Akhirnya Fio pun geram dan memutuskan panggilan secara sepihak. Dan beberapa detik kemudian ada sebuah pesan kosong masuk,masih dengan nomor yang sama.

"Mau nya ini orang apa sih? Ganggu aja." Gerutu Fio.


Di tempat lain seorang pria sedang mondar-mandir sambil memegang handphone nya,entah apa yang ia pikirkan.

Pria itu terduduk di sofa menatap nomor yang tertera di layar I-phone nya,akhirnya pria itu menekan tombol hijau,dengan ragu mendekatkan I-phone itu ke telinganya,menunggu dengan harap-harap cemas akankah panggilannya ini diangkat atau tidak.

Semenit kemudian terdengar suara dari sebrang sana. Jantungnya berdegup kencang.

"Haloo,ini siapa ya?"

Suara lembut Fio membuat pria ini membeku tiba-tiba,lidah nya serasa terkuci. Mau mengucap Hallo pun sangat susah.

Perasaannya kini campur aduk,senang juga gelisah. Namun panggilannya langsung di putuskan oleh Fio.

"Argghhhh, Rasyiiiid! Cuma bilang hallo aja susah banget sih! Sekarang dimatiin kan panggilannya." Oceh Rasyid frustasi.



~ ~ ~

Mengagumi Diam Diam

"Fiooooo!"
Suara melengking yang sangat khas milik seorang wanita berparas cantik melanglangbuana di sebuah taman kota. Sekuat tenaga Zazaa mengejar orang yang di sebutnya tadi,sambil terus berteriak menyebut nama Fio. Setelah kurang lebih 10 menit saling berkejar-kejaran,akhirnya mereka menghentikan aksi itu.

Sekarang Fio dan Zazaa telah terduduk di bangku yang ada di taman kota,sambil mengatur nafasnya Zazaa mulai menatap kesal pada Fio. Fio yang mulai menyadari sedang di tatapi oleh Zazaa pun hanya cengengesan.

"Zazaa cantik,tatapan kamu kenapa kesel gitu?"
Tanya fio dengan masih cengengesan,Zazaa yang semakin kesal mengeluarkan semua unek-uneknya pada Fio.

"Ihh Fiooo,kamu tuh ya bikin aku kesel mulu. Apa maksud kamu coba, nge-what's app dia segala ?"

"Ciahh kesel kesel tapi suka kan ? Hayoo ngaku aja"
Fio terus saja menggoda Zazaa agar sahabatnya yang satu ini tidak terus-terusan memarahinya. Alhasil sahabatnya pun tersipu malu walau di tutupi masih dengan kekesalannya. Sejenak suasana diantara keduanya menjadi hening,tak ada lagi percakapan yang terjadi diantara mereka berdua.



~ ~ ~



Matahari telah tengggelam ke peraduannya. Kini Fio telah selesai mengerjakan tugas biologi yang di berikan gurunya disekolah tadi. Setelah membereskan buku-buku yang berceceran di atas meja belajar, Fio langsung mengambil I-Phone yang ia simpan di laci dekat tempat tidurnya.

Fio mulai mencari sebuah nama di kontak ponselnya itu,setelah menemukannya ia langsung menekan tombol hijau dan mendekatkan ponselnya itu ke telinganya. Terdengar nada panggilan,namun tak ada tanda-tanda orang di sebrang sana mengangkat telepon dari Fio. Dilihat jam yang bertengger di dinding kamarnya menunjukan pukul 10.15 , orang yang di teleponnya itu sudah pasti tertidur lelap sekarang ini.

"Ampun deh Zaa jam segini aja udah tidur." Gerutu Fio sambil menatap layar ponselnya itu.

Kejenuhan pun mulai menghantui perempuan yang satu ini. Karena tak ada kerjaan, ia pun mulai membuka akun twitternya dan melihat tweet tweet yang ada di timeline. Dan Fio pun membuat sebuat tweet.

FioVellia
Begini nih nasib Jones :3 kalo malem ngga bisa tidur ngga ada yang bisa diajak ngobrol;((

Fio membuat sebuat tweets lagi.

FioVellia
Mana mbah gentongnya udah tidur duluan lagih --" #poke @ZazaaFira

Karena takut kesiangan besok ke sekolah,akhirnya Fio memutuskan untuk tidur,sebelum itu Fio men-sign out twitternya dulu. Dan Fio pun mulai memejamkan mata nya.



~ ~ ~



Bel sekolah telah berbunyi 5 menit yang lalu, kini semua siswa telah berbaris di lapangan untuk mengikuti upacara bendera yang setiap hari senin dilaksanakan. Di tengah-tengah mengikuti upacara Zazaa yang melihat Fio tampak pucat,sangat khawatir padanya.

"Fii mending ke UKS aja ya,kamu udah pucet banget tau."
Bisik Zazaa pada Fio yang berada di sebelahnya itu. Fio hanya menggeleng. Bujukannya ditolak mentah-mentah oleh Fio. Zazaa semakin khawatir,karena Fio semakin putat seperti mayat hidup.

Akhirnya upacara bendera pun telah selesai di laksanakan. Fio yang merasa badannya sangat lemas dan pusing hebat langsung tak sadarkan diri, hampir Fio terjatuh namun dengan cepat seorang laki-laki berawakan tinggi menopang Fio. Zazaa yang heran karena Fio tak menjawabnya langsung menoleh ke arah Fio dan langsung kaget karena sahabatnya itu pingsan dan tengah di gendong oleh seorang laki-laki ke arah UKS.

"Astaga Fio." Pekik Zazaa,yang langsung menyusul laki-laki itu dan juga Fio.

Setelah sampai di UKS, Fio langsung dibaringkan dan di periksa oleh Ibu bagian kesehatan di UKS itu. Laki-laki tadi langsung ke luar UKS dan berjalan entah kemana. Beberapa detik kemudian menyembul lah kepala Zazaa dari balik pintu, mulai memasuki UKS mendekati Fio.

"Bu, Fio gapapa kan ?" Tanya Zazaa cemas.

"Dia gapapa,hanya saja sepertinya dia ngga sarapan dulu,jadinya pingsan begini." Jawab ibu itu menenangkan.

"Sebentar lagi juga dia siuman ko,kamu terusin ya kasih minyak angin di pelipis dan di sekitar hidungnya." Terusnya lagi.

Zazaa pun menuruti yang disebut ibu itu. Fio pun mulai sadar,dan sedikit-sedikit membukakan matanya mengatur cahaya yang masuk ke dalam mata. Diamati sekelilingnya dengan dahi mengerut. Didapatkannya sosok sahabatnya itu.

"Zaa kenapa aku bisa ada disini ?" Fio menanyakan dengan heran.

"Kamu itu tadi pingsang di lapangan, untung aja langsung ada yang nolongin." Jawab Zazaa sambil membawakan segelas teh hangat dan di simpan di meja dekat Fio.

"Oh aku pingsan. Terus siapa yang nolongin aku?" Sambil membawa teh hangat tesebut lalu meneguknya perlahan.

"Laki-laki,tapi aku ga tau siapa dia."

Fio hanya manggut-manggut tanda mengerti, dirasanya lebih mendingan dan lemasnya mengurang, Fio dan Zazaa pun kembali kedalam kelas.

Berhubung guru-guru sedang ada meeting dengan kepala sekolah, jadi kelas pun ramai dengan siswa yang mengobrol.

Sudah terdengar bel istirahat, siswa berhamburan keluar kelas. Sementara Fio dan Zazaa masih ada di dalam kelas.

"Fii, mau ke kantin ngga ? Aku laper nih." Zazaa yang bertanya sambil merapih kan seragamnya itu.

"Emmm kamu duluan aja deh, nanti aku nyusul. Gapapa kan?" Balasnya diiringi senyuman.

"Yaudah aku duluan ya, kamu hati-hati fi." Zazaa langsung meninggalkan Fio di kelas dan berjalan menuju kantin.

Saat ini Fio sedang tidak mood untuk beranjak dari tempat duduknya, namun lama kelamaan ia pun mulai jenuh dan berjalan ke perpustakaan.

Fio mulai memasuki ruang perpustakaan. Terlihat hanya beberapa siswa saja yang berkunjung ke tempat ini. Ya, biasanya jiga Fio sedang jenuh tempat inilah yang ia kunjungi.

Fio bejalan kesalah satu rak buku kesukaannya, memilih-milih buku yang akan ia baca, setelah menemukannya Fio pun membacanya dengan khusu. Tanpa disadari sedari tadi ada seorang pria yang diam-diam memperhatikan Fio.

"Cantik,pintar,menarik." Batin pria itu sambil tersenyum.

~ ~ ~

Baca Juga Lanjutan Nya Di Bawah Ini !!!