Sabtu, 28 Juni 2014

Mengagumi Diam Diam Part 3

Maaf kalo ceritanya makin ngaco :D baru belajar sih. Menerima kritik dan saran :) (y) Selamat membaca ;;)

Cahaya matahari begitu terik siang ini. Tapi Fio harus terus berdiri di depan tiang bendera sambil hormat. Ya,Fio terkena hukuman karena tidak mengumpulkan tugas yang di berikan oleh ibu Eva,guru mata pelajaran geografi itu memang terkenal galak.

Sebenarnya Fio sudah mengerjakan tugas itu. Namun karna kesiangan jadi tugas itu tidak terbawa oleh Fio. Maklum jika ia kesiangan pasti ada saja barang yang tertinggal.


"Ih bu Eva kejam banget sih,ngasih hukuman pas lagi panas-panasnya matahari. Ngga tau apa muridnya yang baik hati ini kepanasan banget." Dumel Fio terus-terusan.

Tanpa sadar ada seorang laki-laki yang sudah berdiri di sampingnya sambil mengikuti yang Fio lakukan.

Saat Fio menoleh ke samping,ia langsung kaget.

"Astagfirulloh." Kaget Fio.

"Biasa ajakali, kaya abis liat setan gitu." Ucapnya terkekeh,dengan tatapan lurus ke arah bendera.

Fio hanya senyum-senyum sendiri.

"Abisnya kamu dateng tiba-tiba udah kaya tuyul aja." Fio tertawa kecil.

"Atau jangan-jangan kamu manusia jadi-jadian ya?" Sambung Fio, menatap mata laki-laki itu sambil menerka-nerka.

"Sembarangan, aku manusia asli lah." Jawabnya.

Hening beberapa menit, Fio pun mulai bosan. Tapi dilihat-lihat wajah laki-laki itu sepertinya mereka pernah bertemu,tapi dimana (?) Mencoba mengingat-ngingat tapi hasilnya nihil.

Laki-laki itu yang melihat Fio sedang kebingungan pun mulai bicara.

"Kita pernah ketemu di toko bunga kan ?" Tanya laki-laki itu.

"Oh iya,aku baru inget. Maklum aku pelupa." Jawabnya biasa.

"Kita belum kenalan. Kenalin nama aku Fadel." Ucapnya sambil mengulurkan tangan kanannya untuk bejabat tangan.

"Fio Vellia Azaqwi." Membalas jabatan tangan Fadel,dan tersenyum manis.

Setelah berkenalan mereka meneruskan hukumannya. Hingga guru yang menghukum mereka memperbolehkan keduanya kembali ke kelas masing-masing.

Ya mereka berdua memang berbeda kelas, karena Fio di kelas XII IPS 2, sementara Fadel kelas XII IPA 1.

Bel sekolah telah bebunyi,menandakan jam pelajaran telah usai. Waktunya murid-murid pulang.

Terlihat di kelas XII IPS 2 hanya tingga Zazaa dan Fio,karna yang lainnya telah lebih dulu pulang. Fio dengan cepat menyalin materi di papan tulis,karena Zazaa selesai duluan.

"Fi aku pulang duluan gapapa ya,soal nya mama tadi nelfon,suruh jemput my brother di stasiun."

Fio hanya mendehem tanda setuju,dia sedang fokus menyelesaikan materinya itu,agar ia bisa cepat pulang dan bersaintai ria. Zazaa pun keluar dari kelas.

Fadel yang melewati kelas Fio pun berhenti sejenak. Masih ada Fio disana,nampaknya ia telah selesai mencatat semua materi yg ada di papan tulis,dan sekarang memasukan semua alat tulisnya kedalam tas.

"Fiooo,mau pulang bareng ngga ?" Tawar Fadel di depan pintu kelas Fio.

Fio menoleh,dan mengangguk. Keduanya berjalan beriringan menuju parkiran. Sesekali diselingi candaan,yang membuat keduanya tertawa.

Fadel memakai helm lalu menaiki motor cagiva berwarna hitam nya itu,dan menyuruh Fio naik juga. Mereka pun meninggalkan parkiran sekolah.

"Thanks ya del udah mau nganterin. Apa mau mampir dulu ?" Tawar Fio,setelah turun dari motor Fadel.

Fadel melepaskan helm nya. "Sama-sama. Emmm emangnya boleh ?" Ucapnya.

"Ngga ada yang marah gitu ? Pacar kamu mungkin ?" Goda Fadel.

Tiba-tiba Rafi nongol dari balik pintu. "Ya ngga ada lah kak, secara kak Fio kan jomblo ngenes." Ucapnya tertawa.

Kedua orang yang baru datang langsung menoleh ke sumber suara itu.

"Rafiiiii! Dasar adek durhaka. Awas ya kamu,tunggu pembalasan dari kakak!" Omel Fio sambil mengepalkan tangannya dan mengacungkannya pada Rafi.

Rafi pun kembali masuk sambil tertawa puas. Dia memang jahil, selalu saja bertengkar dengan kakaknya itu.

Fadel yang melihat aksi adik kakak itu hanya geleng-geleng kepala sambil tertawa.

"Kapan-kapan aja ya Fi,sore ini aku ada latihan basket." Ucapnya sambil bersiap mengenakan helm.

"Oke. Sekali lagi makasih ya,dan juga hati-hati di jalan." Jawab Fio tersenyum.

Dan di balas dengan acungan jempol. Fadel meninggalkan rumah Fio,melesat begitu saja.



~ ~ ~



Kian hari Fio dan Fadel kian akrab saja. Ke kantin bareng-bareng,pulang pun jika Rafi tak menjemput,pasti bareng sama Fadel. Terkadang pulang sekolah pun mampir terlebih dahulu ke toko buku walau hanya sekedar melihat-lihat saja.

Tanpa mereka ketahui,keakraban mereka membuat seseorang terluka. Rasyid hanya menelan pahit, jika melihat Fio dekat dengan Fadel. Melihat mereka bersama-sama.

Karena kedekatannya itu,Fio merasakan hal yang aneh. Seperti rasa nyaman dan bahagia jika dekat dengan Fadel. Seperti perasaan suka atau mengagumi. Fio menganggapnya lebih dari sekedar sahabat.

Namun berbanding dengan Fadel,ia hanya menggap Fio sebagai sahabat terbaiknya. Perasaannya pun biasa saja jika dekat Fio.

Ya,Fio rasa mungkin perasaan ini hanya sebentar saja jadi ia pun menanggapinya dengan santai.


Ujian Nasional pun telah dilewati. Tinggal menunggu hasil kelulusan. Untuk beberapa minggu kedepan jadwalnya kosong.



~ ~ ~



Fio membuka akun twitternya,dan terlihat di timeline ada beberapa tweets yang membuatnya terasa sesak.

fadelrey
PDKT-nya sih lama,lah jadiannya ? --"

fadelrey
Bales dong WA aku ☹ aku hawatir sama kamu :( @TaniaRY

Hati Fio mencelos,terasa sedikit nyeri di ulu hatinya. Hei ada apa ini (?) Membuat sebuah Tweets.

FioVallia
Yang lagi galau sabar-sabar aja ye:p jangan sampe depresi aja:D @fadelrey

Fio menghela nafas,tak lama kemudian ada sebuah mention masuk.

fadelrey
Hey do'ain aku depresi ya?-,- siapa bilang galau? Salah besar :D @FioVallia : Yang lagi galau sabar-sabar aja ye:p jangan sampe depresi aja:D @fadelrey

Hanya sebuah senyum yang terukir di bibir Fio. Sepertinya ia benar-benar menyukai pria itu.

Di letakannya I-Phone itu. Ketika Fio hendak berdiri tiba-tiba benda itu berbunyi,sebuah pesan masuk.

“Aku suka kamu.”

Begitulah yang tertera dalam pesan singkat itu,Fio menyerngit. Dibenaknya,siapa orang yang mengirimkan pesan itu(?) Apakah orang iseng,atau yang salah kirim. Enatahlah.

Mama Dila mengetuk pintu kamar Fio,secara otomatis membuyarkan lamunan Fio tadi. Bergegas dibukanya pintu kamar.

"Fi aja yang ngirim bunga tuh didepan,dalam suratnya sih buat kamu." Ucap mama Dila.

"Dari siapa ma ?" Tanya Fio dengan wajah kaget.

"Ngga ada nama pengirimnya,mungkin penggemar rahasia kamu." Ucap mama Dila menggoda. Yang membuat Fio malu.

"Apadeh mama. Berasa kaya di cerita-cerita aja punya penggemar rahasia." Jawabnya ngasal,sambil berjalan menuju pintu rumah.

Dibawanya bunga mawar putih yang tergeletak di lantai. Dan di lihat sebuah kartu ucapan yg menggantung di bunga itu.

“Untuk Fio Vellia Azaqwi☺”

Dahi Fio mengerut,menebak-nebak siapa yang mengirim bunga itu,dan bagaimana bisa tau kalo Fio suka sekali mawar putih. Pertanyaan itu terus mengiang-ngiang di kepala nya.



~ ~ ~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar