Terlihat Zazaa sedang mencari nama di kontak handphone nya dan menekan
tombol hijau kemudian mendekatkan benda itu ke telinganya,tak perlu
menunggu lama terdengar suara dari sebrang sana.
"Haloo Zaa,ada apa?" Tanya Fio dengan suara parau nya.
"Bisa anterin aku ke toko bunga ngga?" Jawab Zazaa.
Kini Fio yang telah sadar sepenuhnya mulai merubah posisinya menjadi duduk.
"Bisa sih,tapi aku baru bangun Zaa." Ucap Fio sambil cengengesan.
"Yaudah deh nanti aku jemput kamu ya,jam 9. Assalamu'alaikum."
"Wa'alaikum salam." Terdengar nada panggilan diputuskan oleh Zazaa.
Fio pun mengambil handuk yang di simpan di dekat kamar mandinya dan masuk ke kamar mandi.
Kini Fio telah selesai mandi,rapi dengan pakainan yang ia
kenakan,tak lupa berdandan sedikit,hanya mengandalkan bedak dan lip
gloss tanpa alat make up yang lain. Hampir saja terlupa,ia langsung
memakaikan jam tangan kesayangannya itu di tangan sebelah kiri.
Fio menuruni anak tangga dengan sedikit cepat,menuju ruang makan. Disana sudah ada mama Dila dan juga Rafi adiknya.
"Pagi ma." Sapa Fio tersenyum dan hendak duduk di dekat Rafi.
Mama Dila yang sedang memeberikan selai untuk roti isi pun menjawab tak kalah ceria.
"Pagi sayang,kamu mau kemana pagi-pagi ko udah rapi banget." Tanya mama Dila sambil memberikan roti isinya tadi kepada Fio.
"Paling juga mau pacaran tuh ma." Ucap Rafi asal.
"Apaan sih Raf,kalo gatau gausah ngemeng deh." Dengan menjitak dikepala Rafi.
"Gausah pake jitak-jitak kepala juga kali." Ringis Rafi sambil mengusap-usap kepalanya yang terasa sakit.
"Kalian tuh ga aus apa berantem mulu kerjaannya." Mama Dila menengahi,agar Fio dan Rafi ngga keterusan ribut.
"Wiss,mama bahasanyaa. Aku itu mau nganterin Zazaa ke toko bunga
ma." Dengan memakan roti isinya. Mama Dila hanya manggut tanda mengerti.
Terdengar suara klakson mobil milik Zazaa. Fio pun segera keluar menghampiri Zazaa.
~ ~ ~
Zazaa dan Fio kini telah sampai di toko bunga,dan mulai memilih-milih bunga yang akan dibeli Zazaa.
Ketika Fio akan mengambil setangkai mawar berwarna merah,ada orang
lain juga yang sama-sama mengambil mawar merah itu,sehingga mawar merah
pun di pegang oleh dua orang yang berbrda.
Keduanya bertatapan satu sama lain. Ketika tersadar,laki-laki itu melepaskan bunga yang tadi ia pegang.
Fio sampai detik ini pun masih diam terpaku melihat sosok pria di hadapannya. Sedetik kemudian barulah Fio tersadar.
"Kalo kamu mau bunga mawar ini ambil aja,biar nanti aku cari yang
lain." Ucap Fio sambil menyodorkan mawar yang ia pegang di iringi
senyuman manisnya.
"Kamu aja yang ambil,aku bisa ambil warna yang lain ko." Jawabnya tersenyum simpul.
Jlebb,untuk sepersekian detik Fio mematung kembali. Senyum itu,ya senyum itu yang membuat jantung Fio berdetak cepat.
Laki-laki itu pun melihat Fio aneh,pertanyaan yang ia lontarkan tak di jawab. Sehingga Fio tersadar kembali.
Setelah Zazaa membeli bunga yang dipilihnya untuk di berikan kepada sang mama,akhirnya mereka pun bergegas pulang.
Namun mereka tak langsung pulang. Mereka mengunjungi ke beberapa
tempat dulu seperti,toko kue,toko pernak-pernik,mereka juga singgah di
tempat biasa makan siang jika diluar rumah.
Sepanjang jalan Fio hanya senyum-senyum sendiri. Zazaa yang melihat
tingkah laku sahabatnya itu hanya geleng-geleng kepala sambil tersenyum.
Di dalam mobil pun Zazaa masih saja menggoda Fio. Membuat Fio tersipu
malu,dan muncul rona merah di pipi Fio.
Tak mau kalah Fio pun mulai menggoda Zazaa hingga sahabatnya itu cemberut dan di selingi cikikikan juga.
15 menit diperjalanan,akhirnya sampai juga di rumah Fio. Sekarang tepat jam 4 sore. Untungnya hari ini sangat cerah.
Fio keluar dari mobil Zazaa dan langsung masuk ke rumah,mobil Zazaa pun melesat pergi.
Hari ini cukup melelahkan bagi Fio dan juga sahabatnya.
Mempersiapkan untuk besok ulang tahun mama Aira,mama nya Zazaa.
Perempuan ini terbaring di atas tempat tidurnya,dirasanya semua bagian
badan nya pegal-pegal,hal yang ingin di lakukannya sekarang adalah
tidur.
Ketika beberapa saat Fio hendak tertidur tiba-tipa handphone nya berbunyi menandakan ada panggilan masuk.
Sejenak Fio terdiam,tak ada nama yang tertera di layar handphone nya
itu,kira-kira siapa orang yang meneleponnya itu,lebih tepatnya
menggangu acara tidurnya.
"Haloo,ini siapa ya ?" Ucap Fio sambil memejamkan mata. Tak ada
jawaban dari sebrang sana. Berkali-kali Fio mengucapkan kalimat itu, tak
ada respon sedikit pun.
Akhirnya Fio pun geram dan memutuskan panggilan secara sepihak. Dan
beberapa detik kemudian ada sebuah pesan kosong masuk,masih dengan nomor
yang sama.
"Mau nya ini orang apa sih? Ganggu aja." Gerutu Fio.
Di tempat lain seorang pria sedang mondar-mandir sambil memegang handphone nya,entah apa yang ia pikirkan.
Pria itu terduduk di sofa menatap nomor yang tertera di layar
I-phone nya,akhirnya pria itu menekan tombol hijau,dengan ragu
mendekatkan I-phone itu ke telinganya,menunggu dengan harap-harap cemas
akankah panggilannya ini diangkat atau tidak.
Semenit kemudian terdengar suara dari sebrang sana. Jantungnya berdegup kencang.
"Haloo,ini siapa ya?"
Suara lembut Fio membuat pria ini membeku tiba-tiba,lidah nya serasa terkuci. Mau mengucap Hallo pun sangat susah.
Perasaannya kini campur aduk,senang juga gelisah. Namun panggilannya langsung di putuskan oleh Fio.
"Argghhhh, Rasyiiiid! Cuma bilang hallo aja susah banget sih! Sekarang dimatiin kan panggilannya." Oceh Rasyid frustasi.
~ ~ ~
Tidak ada komentar:
Posting Komentar